Sa'ad bin Ani Waqash

Singa di Berbagai Penaklukan Islam (Part II)

Umar menanggap baik pendapat dan ucapan Abdurrahman bin Auf. Lalu ia mengirimkan Sa’ad bin Abi Waqash dan memerintahkannya untuk berangkat ke Irak. Ia berwasiat kepadanya dengan wasiat legendarisyang memenuhi pendengaran dunia dan mewangikan pendengaran para prajurit berkuda karena mengandung kemuliaan-kemuliaan yang tidak ada bandingannya dan unik di dunia wasiat dan dan petunjuk serta nasihat dari panglima tertinggi kepada panglima tentaranya.

Umar berkata kepada Sa’ad, “Wahai Sa’ad, janganlah engkau terpedaya dari Allah jika engkau disebut paman dan sahabat Rasulullah. Sebab Allah tidak menghapus keburukan dengan kebaikan. Sesungguhnya antara seseorang dengan Allah tidak ada garis keturunan kecuali dengan patuh kepada-Nya. Semua manusia, mulia dan hina, sama di hadapan Allah dalam hal ini. Allah adalah Rabb mereka, sedangkan mereka hamba-Nya. Mereka saling diutamankan dengan kesehatan danmendapatkan apa yang ada di sisi Allah dengan ketaatan. Lihatlah hal yang engkau lihat senantiasa dipegang Rasulullah SAW sehingga kita meninggalkannya, maka peganglah ia. Inilah nasihatku kepadamu. Jika engkau meninggalkannya dan tidak menyukainya, maka amalmu sia-sia, dan engkau termasuk orang yang merugi”.

Pertempuran Qadasiyah mulai berkecamuk. Ini merupakan peperangan besar. Di Irak belum pernah terjadi peperangan menakjubkan seperti ini. Pada perang ini, Sa’ad mengimami sholat, lalu berpidato memberi nasihat dan ajakan kepada mereka, lalu membacakan ayat-ayat dan surat jihad. Setelah itu, Sa’ad bertakbir empat kali dan menyerbu pasukan Persia. Pasukan Persia disertai beberapa ekor gajah, dan peperangan pun berlangsung selama beberapa hari. Para sahabat prajurit berkudaberhasil menghancurkan pasukan gajah berikut penunggangnya. Mereka mencukil mata gajah itu dengan tombaknya, dan kelompok pasukan berkuda kaum muslimin menampilkan jiwa keberanian dan kepahlawanan yang luar biasa, sehingga tercatat di benak sejarah dan disela-sela lembaran sejarah. Pada perang ini, kaum muslimin berhasil membunuh Rustum, Panglima Persia. Mereka juga berhasil membunuh Jalinus, garda terdepan intel Qadisiyah. Allah mencatat kemenangan untuk kaum muslimin dan kekalahan untuk kaum Persia tanpa terkecuali. Pada Perang Qadisiyah ini, kaum muslimin memperoleh harta rampasan berupa harta dan senjata yang tidak bisa digambarkan  banyaknya.

Kemenangan berhasil diraih kaum muslimin dibawah kepemimpinan prajurit berkuda Islam Sa’ad bin Abi Waqash. Ia menulis surat yang detail kepada Umar yang berisi kabar gembira mengenai kemenangan dan langkah-langkah peperangan, serta bagaimana Allah menurunkan pertolongannya.

Sa’ad terus mengikuti berbagai penaklukkan penuh berkah. Penaklukkan Jalula berhasil dilakukan oleh tangnnya pada bulan Dzul Qa’dah tahun 16 H, dan kaum muslimin memperoleh harta rampasan besar. Penaklukan Jalula dinamakan penaklukan spektakuler karena kaum muslimin mendapatkan berbagai kekayaan dan tidak goyah oleh pasukan Persia dan Majusi.

 

Diambil dari Buku “10 Sahabat Yang Dijamin Surga”
Karya Shalahuddin Mahmud As-Sa’id, 2012

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *