Memperbaiki Keadaan Waktu

Inspirasi

Memperbaiki masa lalu dan masa depan

Bukankah saat ini kita berada pada waktu yang diapit oleh dua waktu, yang pada hakikatnya waktu tersebut adalah usia kita yang kita jalani sekarang, dan kita berada diantara waktu yang lalu dan waktu yang akan datang.

Waktu yang telah lalu dapat diperbaiki dengan cara bertaubat, menyesal, dan beristighfar. Melakukan semua itu tidak akan membuat kita merasa payah, lelah ataupun berat. Karena yang kita perbuat itu tidak lebih dari sekedar amalan hati. Sedangkan waktu yang akan datang dapat kita perbaiki dengan mencegah diri kita dari segala perbuatan dosa. Mencegah diri dari perbuatan dosa bukan merupakan yang berat bagi kita, karena hal ini dapat dilakukan dengan sekedar meninggalkan dan melepaskannya saja, tanpa melakukan suatu perbuatan dengan anggota tubuhnya. Dalam hal ini hanya niat dan tekad yang kuat yang akan mampu membuat badan, hati dan batik kita merasa tenang saat tidak melakukan dosa.

Dengan hal ini kita mampu untuk memperbaiki masa lalu kita dengan melakukan taubat, sedangkan masa depan kita dapat kita perbaiki dengan mencegah diri kita untuk melakukan dosa, serta meneguhkan hati dan menguatkan niat untuk meninggalkannya.

Pentingnya menjaga waktu

Bertaubat dan mencegah diri dari perbuatan dosa memang tidak membuat badan kita lelah dan letih, namun inti permasalahannya adalah usia kita saat ini. Jika kita menyia-nyiakan waktu yang kita miliki, berati kita telah menyia-nyiakan kebahagian dan keselamatan diri sendiri. Sebaliknya jika kita menjaga waktu yang kita punya sambil berusaha untuk memperbaiki masa lalu dan masa yang akan datang, maka niscaya kita akan selamat dan mendapatkan ketentraman, kenikmatan dan kesenangan.

Sesungguhnya, menjaga waktu yang sekarang kita jalani dan kita gunakan pasti akan lebih sulit dibandingkan jika kita harus memperbaiki masa lalu maupun masa yang akan datang. Karena menjaga waktu yang kita miliki sekarang akan mengharuskan diri kita untuk melakukan sesuatu yang lebih baik, lebih bermanfaat dan lebih banyak lagi memberikan kebahagiaa pada diri sendiri.

Baca juga : Bersyukurlah, Engkau Akan Bahagia

Hari-hari kita adalah bekal

Kondisi manusia memang berbeda-beda dalam menjalani hari-hari kehidupannya. Jika kita menjadikan waktu kita sebagai jalan menuju Allah, maka kita telah memperoleh kebahagian dan kemenangan terbesar dimasa yang singkat ini jika dibandingkan dengan masa kehidupan yang abadi kelak.

Namun, apabila kita menjalani waktu kita dengan mengutamakan hawa nafsu, kesenangan, kelalaian dan permainan, maka waktu itu akan cepat sekali berlalu meninggalkan kita. Bahkan, setelahnya dapat berdampak kesedihan yang sangat bagi yang melakukannya. Kesedihan dan penderitaan karena menuruti hawa nafsu itu dapat memberikan rasa penederitaan yang berlebih dan akan berbanding terbalik dengan kesabaran menjauhi hal-hal yang diharamkan Allah, karena ganjaran yang akan kita dapatkan nantinya.

Wallahu A’lam Bishawab

 

 

Sumber : Waktumu, Dihabiskan Untuk Apa?, Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *