Rabu , 23 September 2020
prinsip jurnalistik
Prinsip-Prinsip Jurnalistik Jika kita hendak mempelajari jurnalistik maka kita juga harus tahu dan memahami hal mendasar dalam jurnalistik. Siapa

Prinsip-Prinsip Jurnalistik

Prinsip-Prinsip Jurnalistik

Jika kita hendak mempelajari jurnalistik maka kita juga harus tahu dan memahami hal mendasar dalam jurnalistik. Siapapun kita (tidak harus wartawan) harus memahami bahwa terdapat beberapa aspek mendasar yang tidak boleh dilupakan keberadaannya. Salah satunya yang penting disini ialah prinsip-prinsip jurnalistik.

Prinsip-prinsip merupakan sebuah penunjuk arah yang dapat dijadikan pedoman. Banyak sekali prinsip jurnalistik, namun tak jarang yang tidak mampu bertahan dalam gelombang waktu. Ternyata masih ada prinsip-prinsip yang masih bertahan hingga sekarang. Bill Kovach dan Tom Rosenstiel (2001) dalam bukunya yang berjudul “The Elements of Journalism, What Newspeople Should Know and the Public Should Expect (New York: Crown Publishers) merumuskan prinsip-prinsip tersebut dalam Sembilan Elemen Jurnalisme. Apa sajakah sembilan prinsip tersebut?

  1. Kewajiban pertama ialah pada kebenaran.

Kebenaran merupakan sesuatu yang mahal. Karena bahkan ada yang menebusnya dengan rela mempertaruhkan segalanya. Para jurnalis pun wajib untuk menyampaikan informasi yang sebenar-benarnya. Kebenaran yang ingin dicapai pun bukan sekedar akurasi, atau sumber terpercaya saja, melainkan kebenaran yang praktis dan fungsional. Prinsip pertama ini mengenai kebenaran tanpa melihat kepentingan tertentu.

  1. Kesetiaan

Kesetiaan itu bukanlah hanya untuk segelintir orang saja atau hanya untuk kepentingan tertentu saja, namun kesetiaan seorang jurnalisme harus kepada masyarakat. Dengan setia kepada masyarakat, maka kita menjadikan diri kita sebagai orang yang independen atau tidak terikat kepada kewajiban-kewajiban yang mengikat kita untuk menulis sesuatu yang bersifat pesanan.

  1. Disiplin verifikasi

Jurnalisme adalah setia (disiplin) kepada verifikasi, artinya kita dapat mengecek dan menelusuri sumber-sumbernya. Verifikasi terhadap berita harus dilakukan untuk memeriksa kebenaran laporan, pernyataan dan sebagainya. Jurnalisme berfokus utama pada apa adanya kejadian. Fokus disiplin verifikasi adalah memeriksa ulang apa yang terjadi dengan sebenar-benarnya agar tidak tersebar berita bohong.

Baca juga : Jenis-Jenis Jurnalistik

Jurnalis harus independen

Independensi terhadap diri sendiri dan pikiran harus sangat dijaga agar dapat melihat segala sesuatu dengan jelas dan jujur. Independensi bukan hanya soal netralitas. Karena ada jurnalis yang terlihat tidak netral, namun informasi yang disampaikan dan diberitakan dengan sebenar-benarnya.

  1. Jurnalis bertindak sebagai pemantau

Jurnalis haruslah bertindak sebagai pemantau yang independen terhadap kekuasaan. Tugas jurnalis juga harus mampu mengangkat suara-suara yang lemah, yang tidak mampu untuk bersuara sendiri.

  1. Jurnalisme harus menyediakan forum kritik, komentar dan tanggapan dari publik.

Apapun media yang digunakan, jurnalisme harus mampu menyediakan forum yang dapat membuat publik mengingat pada masalah-masalah yang sangat penting, sehingga mereka dapat membuat penilaian dan bersikap.

  1. Membuat hal yang penting itu menjadi menarik dan relevan

Cari dan temukan cara membuat hal yang penting tersebut menjadi menarik dan relevan untuk didengar, dibaca ataupun ditonton. Informasi yang disampaikan pun harus dapat memenuhi kebutuhan orang yang ingin memahami dunia, membuatnya menjadi bermakna, relevan dan memikat.

  1. Berita yang disampaikan komprehensif dan proporsional

Jurnalistik harus mampu menciptakan petunjuk bagi masyarakat agar mampu memahami masalah yang diberitakan. Untuk itu, berita yang dibuat haruslah komprehensif dan proporsional. Proporsional yang dimaksud adalah “berimbang dalam penyajian” dan komprehensif yang dimaksud disini ialah “luas dan lengkap”.

  1. Mengikuti hati nurani

Hati nurani itu berkaitan dengan etika, tanggung jawab moral, dan standar nilai yang diyakini oleh banyak orang. Untuk itulah, jurnalistik dituntut untuk menulis dengan hati nuraninya, karena ketika menulis dengan hati nurani maka akan bermanfaat untuk orang banyak jika informasi itu disebarluaskan.

Check Also

sholat

Ini Tips Mudah Hilangkan Rasa Malas untuk Sholat

Tujuan diciptakan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dan itu tertulis jelas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *