zubair bin awwam

Sosok Unik Prajurit Berkuda – Zubair bin Awwam

Inspirasi Other

Sosok Unik Prajurit Berkuda – Zubair bin Awwam

Rasulullah SAW bersabda mengenai Zubair bin awwam, “Sesungguhnya setiap nabi memiliki hawariy (pembela/penolong), sedangkan pembelaku adalah Zubair.”

Kakekku putra bibi Ahmad
Ia penolongnya saat muncul musibah, dan ia penunggang kuda Syaqra’
Pada Perang Badar, ia menjadi prajurit berkuda pertama
Yang meyaksikan peperangan dalam persenjataan perang berwarna kuning
Para malaikat turun dalam wujudnya untuk menolong
dengan masuk pada saat musuh berkumpul

Model Unik Prajurit Berkuda Pemberani

Keislamannya terjadi setelah Abu Bakar Ash-Shidiqr.a.Ia adalah orang keempat atau kelima dalam catatan golongan orang-orang pertama yang masuk Islam.

Ia masuk Islam di usia muda kehidupannya, yaitu 16 tahun. Ia tidak pernah mangkir dari peperangan yang diikuti Rasulullah SAW. Ia melakukan hijrah dua kali ke Habasyah. Dan dia sebaik-baik muslim yang beramal.

Zubair bin Awwam adalah pembela Rasulullah SAW, putra bibinya, Shafiyah binti Abdul Muththalib, salah seorang dari sepuluh yang baik dan mulia, yang dijamin masuk surge Darussalam. Iaj uga menjadi salah satu dari enam orang peserta musyawarah dan orang yang pertama kali menghunus pedang di jalan Allah demi menegakkan kalimat Allah SWT.

Prajurit berkuda ini adalah pemilik pedang tajam, pendapat tegas, penghilang ruh para ksatria, pemberi harta di jalan Allah, seorang yang gagah berani, dan salah seorang sahabat paling kaya.

Prajurit berkuda pemberani ini adalah Abu Abdillah Zubair bin Awwam bin Khuwailid Al-Qursyi Al-Asadi, prajurit berkuda dermawan dan mulia, dan pemimpin para pemberani di masa perang.

Sejak muda, Zubair tumbuh dalam kecintaan kepada kecakapan dalam menunggang kuda, mengendarai unta, dan berperang. Pendidikan yang diberikan ibunya memiliki pengaruh besar dalam menumbuhkan bakat perangnya, sehingga ia muncul menjadi salah satu prajurit berkuda luar yang dikenal dalam arena peperangan.

Keberanian dan kekuatannya dapat disaksikan dalam perjalanan yang tidak terlupakan dan kekuatan yang senantiasa dikenang dalam benak sejarah.

Berbagai referensi menyebutkan bahwa ibunya, Shafiyahr.a, melayangkan pukulan keras kepada Zubair yang sudah yatim. Lantas seseorang bertanya, “Engkau telah membunuhnya, melepaskan hatinya, dan membinasakan anak ini.” Shafiyah berkata, “Aku memukulnya agar ia mampu menggiring dan menarik tentara pembawa kemenangan.”

Baca juga : Kepiawaian dan Keberanian Sa’ad bin Abi Waqash

Saat masih kecil, Zubair pernah berkelahi dengan seseorang di Mekah hingga tangan orang itu retak. Ia memukul orang itu dengan keras. Lantas seseorang membawanya ke Shafiyah. “Ada apa dengannya,” Tanya Shafiyah.

Orang-orang menjawab, “Zubair membunuhnya.” Shafiyah merasa bangga dan senang atas perbuatan Zubair, sang pahlawan kecil dan singa.

Hal ini tidak aneh, sebab paman Zubair adalah pemimpin para ksatria, singa Allah Yang Maha Pengasih, penakluk para pemberani, pemelihara medan, imam pahlawan pemberani, singa Allah, Hamzah bin Abdul Muththalib Al-Qursyi Al-Hasyimi.

Zubair r.a masuk Islam sebagaimana keislaman orang-orang arif yang jiwanya diterangi cahaya keimanan. Karena itu, orang-orang arif menyerahkan diri kepada Allah Yang Maha Mulia sebagaimana penyerahan diri orang-orang baik dan pilihan. Zubair memandang segala sesuatu dengan kacamata kebenaran dan keutamaan. Karena itulah, ketika Zubair beriman kepada dakwah Nabi, maka pamannya langsung menyiksa dan menggantungnya di dalam tikar lalu diasapi dengan api. Pamannya berkata, “Kembalilah kepada kekafiran.” Zubair menjawab, “Aku selamanya tidak akan kafir. Aku tidak akan kembali lagi kepada kekafiran.”

Berbagai sumber meriwayatkan bahwa pada awal dakwah di Mekah, Zubair dating sambil menyandang pedang. Lantas Rasulullah SAW bertanya, “Ada apa denganmu?”

“Aku mendapatkan kabar bahwa engkau disiksa,” jawab Zubair.

“Terus, apa yang akan engkau lakukan?” Tanya Rasulullah SAW.

“Aku akan menebas orang yang menyiksamu,” jawab Zubair.

Lantas Rasulullah SAW mendoakan dirinya dan pedangnya. Inilah pedang pertama yang dihunus di jalan Allah.

Disebutkan bahwa Zubair r.a adalah sosok lelaki bertubuh tinggi. Apabila ia naik kendaraan, kedua kakinya menginjak tanah. Ia juga berjanggut dan berjambang tipis. Postur tubuh dan lengannya kuat. Ia juga seorang pemberani dan sabar menghadapi segala kesulitan. Disamping itu, ia juga pemberani, gagah, perkasa, dan kuat.

Di antara contoh keberaniannya sebagaimana dipaparkan buku-buku sejarah, bahwasanya ketika ia berhijrah ketanah Habasyah, ada seorang lelaki Habasyah yang mengklaim kerajaan Najasyi. Lantas Najasyi mendatangi dan memerangi orang itu, sementara antara keduanya membentang luasnya Sungai Nil.

Para sahabat Rasulullah SAW berkata, “Siapakah yang berani keluar dan melihat peristiwa yang terjadi, lalu membawa kabar kepada kami?” Di sini muncul Zubair r.a untuk melaksanakan tugas sukarelawan yang menunjukkann kepiawaiannya dalam naik kuda. Ia berkata kepada mereka, “Aku akan keluar dan membawa kabar meyakinkan untuk kalian.” Saat itu ia paling muda usianya.

Lalu para sahabatnya meniup geriba (tempat minum) dan meletakkannya di dada Zubair. Lantas Zubair berenang menggunakan geriba menuju arah terjadinya insiden. Ia bertolak hingga bisa hadir di tempat itu. Allah SWT menganugerahkan kemenangan kepada Najasyi melawan musuhnya. Tak lama kemudian Zubair kembali ke para sahabatnya sambil melambai-lambaikan bajunya, “Bergembiralah kalian, Najasyi menang! Allah membinasakan musuhnya.” Dengan kemenangan ini, kaum muslimin diliputi kesenangan, lalu menggaungkan keberanian dan kegagahan Zubair di negeri Habasyah.

Zubair bersama para sahabat lainnya kembali keMekah agar menjadi bagian orang-orang yang hijrah keMadinah Al-Munawwarah. Namun sebelum hijrah, ia mencatat berita mencengangkan, yaitu ketika bertemu dengan Rasulullah SAW saat hijrah ke Madinah Al-Munawwarah, ia lalu memakaikan pakaian putih kepada Rasulullah SAW dan Abu Bakar.

 

Sumber tulisan : 10 Sahabat yang Dijamin Surga (Shalahuddin Mahmud As-Sa’id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *