subuh

Misteri Shalat Subuh

Inspirasi Other
Misteri Shalat Subuh

Berada di Bawah Lindungan Allah

Rsulullah SAW memberikan janji, bahwa bila shalat Subuh Anda kerjakan, maka Allah akan melindungi Anda seharian penuh.

Diriwayatkan dari Jundab bin Sufyan r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Maka jangan coba-coba membuat Allah membuktikan janji-Nya. Barangsiapa membunuh orang yang menunaikan shalat Subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka” (HR. Muslim, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah. Lafal di atas menurut riwayat Ibnu Majah).

Jaminan Allah, artinya: dalam perlindungan Allah.

Inilah perlindungan Rabbani, bagi orang yang melaksanakan shalat Subuh.

Anda akan merasakan percaya diri pada hari yang dimulai dengan shalat Subuh. Anda akan merasa lebih tegar menghadapi ujian dan cobaan di hadapan para thagut dan diktator. Anda berada dalam lindungan Raja dari semua raja, yang mencipta segala kehidupan. Lalu apalagi yang Anda inginkan? Semua ini diperoleh hanya dengan dua rakaat!

Dua rakaat inilah yang menguatkan kebenaran hati dan mengokohkan iman. Itulah sebab Allah SWT melindungi Anda.

“Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat.” (Al-Hajj: 38)

Baca juga : Kini Saatnya Kembali Ke Masjid

Berkah di Tiap Langkah

Rasulullah SAW menarik perhatian para sahabat dan perhatian kita, dengan pernyataannya bahwa keberkahan itu ada di waktu pagi. Jam-jam pertama di pagi hari (setelah shalat Subuh) merupakan waktu yang paling barakah dalam satu hari penuh. Tak ada seorang yang bisa memanfaatkannya kecuali orang-orang yang bangun di pagi buta, dan shalat Subuh. Kemudian ia memulai harinya dengan menggunakan waktu sejak awal.

Diriwayatkan dari Shakhr Al-Ghamidi, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah berkatilah umatku di waktu pagi.” (HR. At-Tirmdzi, Abu Dawud, Ahmad, dan Ibnu Majah).

Berkah Allah ada dalam segala hal. Mulai dari pekerjaan, perdagangan, bercocok tanam, membaca, musafir dan berjihad di jalan Allah. Rasulullah SAW, sebagaimana yang diriwayatkan Shakhr Al-Ghamidi r.a, selalu mengutus pasukannya di pagi hari.Sebagai seorang pedagang, Shakhr pun memegang nasihat ini. Ia selalu berangkat membawa dagangannya di pagi hari dan dia selalu beruntung, hingga hartanya menjadi berlimpah. Bahkan Imam Ahmad menyebutkan, saking banyak hartanya, sehingga Shakhr pun tak tahu lagi di mana harus menyimpan harta tersebut.

Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Nu’man bin Murqin r.a, bahwa di waktu fajar, Rasulullah SAW menunggu matahari terbit, sebelum menginstruksikan pasukannya maju bertempur.

Dikatakan, pada waktu seperti itu, bertiuplah angin kemenangan, dan orang-orang mukmin berdoa—dalam shalat—memohon kemenangan bagi tentara mereka.”

Anas bin Malik r.a meriwayatkan: “Rasulullah SAW shalat Subuh ketika Perang Khaibar di awal fajar, dan beliau dekat musuh, lalu beliau memerangi mereka.” Beliau berkata, ‘Allahu Akbar, hancurlah Khaibar, hancurlah Khaibar’. Sungguh, ketika kami turun pada perumahan mereka, maka dengan mudah dihancurkan.” (HR. An-Nasa’i).

Ternyata, keberkahan, kelebihan, dan kemenangan itu terjadi di pagi hari.

Namun, apa yang terjadi jika umat manusia enggan bangun di saat-saat penuh berkah ini?

Apa yang terjadi ketika mereka lalai, terlena, dan masa bodoh dengan kesempatan yang sangat agung in?

Apa yang terjadi jika mereka tidak mengindahkan peringatan-peringatan Rasulullah SAW? Apa yang akan terjadi tatkala manusia memulai harinya justru setelah semua kebaikan ini berlalu?

Perhatikan baik-baik hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a:

“Setan melilit leher seorang di antara kalian dengan tiga lilitan ketika ia tidur. Dengan setiap lilitan setan membisikkan, ‘Nikmatilah malam yang panjang ini.’ Apabila ia bangun lalu mengingat Allah, maka terlepaslah lilitan itu. Apabila ia berwudhu, lepaslah lilitan yang kedua. Kemudian apabila ia shalat, lepaslah lilitan yang ketiga, sehingga ia menjadi bersemangat. Tetapi kalau tidak, ia akan terbawa lamban dan malas.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

 

Sumber tulisan : Misteri Shalat Subuh (DR. Raghib As-Sirjani)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *