bidadari

Melebihi Cantiknya Bidadari

Ketika sekelompok muslima berkumpul, entah itu dalam sebuah agenda mentoring, kajian, reuni atau sekedar melepas rindu pada sahabat seringkali ditingkahi dengan kalimat “Aaah, senangnya bisa kumpul lagi dengan bidadari-bidadari surgaku.” Dan kalimat semacamnya. Banyak pula kalimat-kalimat yang tersebar di dunia maya seperti “Bidadari kadang tak bersayap tapi beransel” atau “Ibu adalah bidadari tanpa sayap” dan lain sebagainya yang tak dapat dijabarkan satu demi satu.

Apakah kamu salah satu yang pernah melakukannya? hehe

Kenapa sih, seringkali kita sebagai kaum wanita menyamakan diri kita dengan bidadari?

Yup, karena kita tahu bagaimana gambaran cantik dan jelitanya bidadari surga. Allah telah menggambarkannya dalam banyak ayat Al-Quran. Salah satunya firman-Nya:

“Sesungguhnya orang-orang bertaqwa berada di tempat yang aman. Di dalam taman-taman dan mata air-mata air. Mereka memakai sutera halus dan sutera tebal. (duduk) berhadap-hadapan. Demikianlah.. dan Kami jodohkan mereka kepada bidadari-bidadari bermata jeli.” (Ad-Dukhan 51-54) 

Jadi, salah satu ciri bidadari adalah bermata jeli.

Kata bermata jeli ini ternyata membuka dialog panjang antara Ummu Salamah dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Yang jika kita sebagai kaum wanita membacanya niscaya akan sangat memantik rasa cemburu dalam hati kita.

Al Imam Ath Thabrani meriwayatkan sebuah hadits dari Ummu Salamah, bahwa ia Radhiyallahu ‘Anha berkata, “Yaa Rasulullah, jelaskan padaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli. . .”

Baca juga : Seperti Apa Cantikmu?

Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya bersih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau bak sayap burung Nasar.”

Aku (Ummu Salamah) berkata lagi, “Jelaskanlah padaku Yaa Rasulullah, tentang firman-Nya: Laksana mutiara yang tersimpan baik (Al-Waqi’ah: 23)..!”

Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tak pernah tersentuh tangan manusia…”

Aku bertanya, “Yaa Rasulullah jelaskanlah kepadaku tentang firman Allah: Di dalam surga itu ada bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik (Ar-Rahman: 70)..!”

Beliau menjawab, “Akhlaqnya baik dan wajahnya cantik jelita.”

Aku bertanya lagi, “Jelaskanlah padaku firman Allah: Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik. (Ash-Shaffat: 49)..!”

Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada pada bagian dalam telur dan terlindung dari kulit bagian luarnya, atau yang biasa disebut putih telur.”

Aku bertanya lagi, “Yaa Rasulullah, jelaskan padaku firman Allah: Penuh cinta lagi sebaya umurnya (Al-Waqi’ah 37)..!”

Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia dalam usia lanjut dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Allah menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi, dan umurnya sebaya.”

Aku bertanya, “Yaa Rasulullah, manakah yang lebih utama wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat.”

Aku bertanya, “Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?”

Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, “Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.”

Yes, kita sebagai wanita dunia bisa lebih cantik dari bidadari karena Allah akan meletakkan cahaya di wajah kita kelak.

Apakah semua wanita bisa? Tentu tidak. Hanya yang memenuhi syarat dan ketentuan saja yang layak melebihi cantiknya bidadari. Sudah bisa menebak apa saja syaratnya? Atau masih bingung?

Nantikan artikel sambungannya yaa sahabat muslima.

 

Author: Ismi Sayidah

Vice President of @Muslima.yiu

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *