Palestina Memanggil di Ihya Ul Ummah

Ansyithah Ramadhan Galeri Ihya Kabar Ummat

Palestina merupakan sebuah negara Muslim yang terletak diantara benua Afrika dan Asia. Di dalamnya terdapat Masjid Al-Aqsa, kiblat pertama umat yang juuga merupakan salah satu tempat Rasulullah SAW dalam perjalanan Isra MI’raj. Masjid Al-Aqsa adalah masjid kedua yang dibangun diatas bumi sebagaimana hadits Abi Dzar yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Dia berkata, “Aku bertanya, ‘Waha Rasulullah! Masjid manakah yang pertama dibangun di mukan bumi?’ Beliau menjawab, ‘Masjidil Haram.’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian masjid mana?’ Beliau menjawab, ‘Masjidil Aqsha.’ Aku bertanya lagi, ‘Berapa jarak (pembangunan) antara keduanya?” Beliau menjawab, ‘Empat puluh tahun.’”

Pada tahun 1099 Masehi, Pasukan Salib menyerbu kota al-Quds, mengepung, mendudukinya, serta membantai laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Panglima Salib Raymonf memasuki pelataran Masjid Al-Aqsha di antara mayat-mayat yang berserakan dan darah yang mengalir. Al Quds jatuh di bawah pendudukan Tentara Salib selama 91 tahun.

Baca juga : Tarhib Ramadhan, Ramadhan Terakhirku 1439 H

Kegelapan al-Aqsha tidak berlangsung lama sebab atas izin Allah, pada tahun 1887 Masehi, Shalahuddin al-Ayyubi berangkat menuju al-Quds dan berhasil merebutnya kembali. Setelah itu, para khalifah Daulah bani Ayyubiyah memberikan perhatian terhadap Masjid Al-Aqsha.

Masjid Al-Aqsha (disebut juga dengan Baitul Maqdis dan al-Quds) sangat populer di Palestina dan dunia. Saat wilayah tersebut di bawah cenkeraman Yahudi-Israel. Masjid Al-Aqsha adalah satu dari tiga masjid yang menjadi tujuan perjalanan reliqi karena disunnahkan mendatangi dan berziarah ke sana.

Masjid Al-Aqsha merintih dan meminta belas kasih dunia, semenjak Yahudi-Israel merampas dan menjajah al-Quds pada tahun 1967 Masehi. Hingga kini, rintihan Masjid Al-Aqsa masih terdengar baik di media cetak maupun media elektronik. Palestina memanggil umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Ahad, 20 Mei 2018 lalu, Yayasan Ihya Ul Ummah mengadakan sebuah kegiatan Ramadhan yang bertema “Palestina Memanggil”. Bekerja sama dengan komunitas Spirit of Aqsa, agenda yang dihadiri sekitar 120 orang di Gedung Dakwah Ihya Ul Ummah yang berasal tidak hanya dari santri saja, tapi juga umum.

Selain kajian mengenai Palestina, live streaming dari Gaza, Palestina juga menjadi isi dari kegiatan ini. Salah seorang jurnalis Indonesia yang sedang berada di Gaza, Muhammad Husein, menjelaskan melalui live streaming keadaan di Palestina sekarang. Peluru zionis yang hanya menyasar pada anak-anak dan wanita serta aliran listrik yang menyala hanya 4 jam dalam sehari merupakan keadaan yang terjadi di Gaza sekarang. Muhammad Husein juga mengajak para peserta yang hadir untuk menghiraukan panggilan Palestina, baik secara fisik, materi maupun do’a. Kegiatan  ini juga disiarkan secara langsung melalui akun instagram Yayasan Ihya Ul Ummah, @official.yiu .

Kegiatan yang ditutup dengan buka puasa bersama ini menjadi pengalaman baru bagi Yayasan Ihya Ul Ummah yang dapat terhubung langsung dengan Palestina. Tidak lupa, Yayasan Ihya Ul Ummah juga menyumbangkan donasi Palestina yang terkumpul melalui komunitas Spirit of Aqsa. Ke depannya, diharapkan tidak hanya kegiatan Palestina Memanggil saja yang sukses, tapi juga kegiatan Ramadhan lainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *