Buah Delima

Buah Delima dan Catatan Kuno Tentangnya

Hidup Sehat Inspirasi

Dalam perspektif ilmu pengetahuan, Delima berasal dari kawasan yang sekarang menjadi Negara Iran. Pada masa Nabi Musa tumbuhan ini dipercaya sudah mulai dibudidayakan. Pohon buah Delima menyebar dengan dengan cepat, bahkan diangap sebagai tumbuhan asli di sekitar Himalaya dan India Utara. Peran buahnya dalam menu makanan terekam dalam catatan-catatan kuno yang ditemukan di kawasan ini. Dari Iran pohon ini menyebar ke dataran di sekitar Laut Tengah hingga kawasan semigurun dan subtropis. Delima dapat dengan mudah hidup dan beradaptasi di kawasan dengan musim panas maupun musim dingin yang ekstrem.

Pustaka kuno mengeani buah ini banyak ditemukan di China, Mesir, dan Yunani. Masyarakat China biasa menghidangkan buah Delima pada upacara pernikahan. Buah ini digunakan oleh banyak masyarakat kuno sebagai simbol yang melambangkan banyak anak, fertilitas, keabadian, dan kemakmuran. Masyarakat Mesir Kuno menyertakan buah delima dalam prosesi penguburan jenazah. Pada mitologi Yunani, buah ini dikaitkan dengan hilangnya Persephone, Putri Demeter, Dewa Tanah. Konon, Persephone diculik  oleh dewa di bawah tanah, Hades, karena telah memakan sebutir biji buah delima.

Baca Juga : Dahsyatnya Waktu Shubuh

Delima dilaporkan pula sebagai salah satu tumbuhan yang yang ditanam di Taman Gantung Babilonia pada masa Mesir Kuno. Pada masa Nabi Musa, tumbuhan ini banyak ditanam di Palestina, Suriah, dan Libanon. Kota kuno Rimmon yang terletak di sekitar Hebron dikenal sebagai daerah penghasil utama buah delima. Nama Rimmon disinyalir diambil dari nama buah ini, ar-rummaan. Dalam perkamen peninggalan Aesop, seorang raja Mesir, tertulis cerita tentang persaingan Delima dan apel untuk memperebutkan gelar pohon tercantik.

Pohon Delima biasanya berbentuk semak ataupun pohon. Umumnya tinggi pohon delima mencapai 6-9 meter. Di beberapa belahan dunia, pohon ini menggugurkan daunnya pada musim gugur. Namun di belahan dunia lainnya daunnya tetap hijau walaupun pada musim dingin. Produksi buah mulai menurun saat usia 15 tahun. Meski demikian, Delima termasuk tumbuhan yang berumur panjang; beberapa diantaranya dapat mencapai umur 200 tahun.

Bunga pohon ini umunya berwarna ungu kemerahan, putih, atau campuran antar keduanya. Bunganya banyak dimanfaatkan masyarakat di Asia Tengah sebagai pewarna alami. Bunga berwarna ungu dapat diekstrak menjadi warna merah yang indah. Dalam bahasa inggris, buah ini dinamai pomegranate, yang diadopsi dari bahasa perancis. Kata pomme yang berarti apel, digabungkan dengan kata granete, yang berarti biji. Gabungan kedua kata ini kemudian berarti apel yang berbiji.

Daun Delima mengkilat, tebal, keras, dengan tekstur liat seperti kulit, berbentuk memanjang dan langsing. Warna buah dan bunga Delima dengan sentuhan kemerahan yang menakjubkan menjadi salah satu cara Allah menyatakankebesaran-Nya, sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya, “Dan (Dia juga mengendalikan) apa yang Dia ciptakan untukmu di Bumi ini dengan berbagai jenis dan macam warnanya. Sungguh, pada yang demikian itubenar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran” (QS. An-Nahl : 13)

Sebagaimana kurma dan zaitun, Delima banyak digunakan sebagai makanan sehat karena kandungan protein dan lemaknya sangat kecil. Sebaliknya, Delima kaya akan sodium, riboflavin, thiamin, niasin, vitamin C, kalsium dan fosfor. Kus buah ini, yang mengandung cukup banyak antioksidan, banyak disukai di Timur Tengah. Antioksidan adalah pertahanan tubuh terhadap radikal bebas dan molekul-molekul yang merugikan, yang dipercaya memberi kontribusi terhadap penyakit jantung, penuaan dini, dan kanker. Delima juga dipercaya dapat memperlambat penuaan. Di India Utara,  biji Delima yang terletak dalam kantong-kantong daging buah bahkan digunakan sebagai bumbu penambah rasa. Biji delima kering juga digunakan sebagai pengganti kismis dalam pembuatan kue dan permen di Eropa.

Baca Juga : Jika Kita Enggan, Maka Al-Qur’an Pun Enggan

Buah Delima memiliki nilai kalori nutrisi yang cukup tinggi, 65; kandungan lemak yang rendah; dan kandungan beberapa vitamin (riboflavin, thiamine, niacin, dan vitamin C) serta mneral (calcium dan fosfor) yang tinggi. Disamping di konsumsi sebagai jus, buah Delima juga dibuat jelly dan sirup. Temuan belakangan ini yang mengungkap kandungan antioksidan yang tinggi di dalam buah delima menjadi salah satu pertimbangan mengapa buah ini disukai banyak orang.

Masyarakat India Utara biasa memanfaatkan biji Delima yang dikeringkan sebagai bumbu masak. Biji ini mereka peroleh dari varietas Delima yang memiliki rasa sangat asam dan jarang dikonsumsi. Di samping sebagai makanan, delima juga diketahui mempunyai khasiat sebagai obat. Buah ini tertulis di  dalam Unani Tibb, suatu siatem pengobatan berdasarkan data ilmiah dan prinsip holistik dari pengobatan Yunani, Mesir, Arab, dan India, yang dinamai homeophaty. Homeophaty adalah sistem pengobatan yang didasarkan pada hukum alam yang telah diterapkan sekitar 200 tahun lalu. Buah Delima digunakan sebagai obat diare, sakit telinga, mata kabur, demam, sakit gusi dan gigi, serta sakit pencernaan. Sementara itu, pengobatan tradisional Sri Lanka memanfaatkan kuncup daun yang direbus dan diseduh layaknya teh untuk menyembuhkan diare dan penyakit saluran pernapasan, sedangkan bunganya mereka gunakan untuk mengobati sakit mata.

Dari uraian di atas, tampak bahwa buah Delima menyimpan bagitu banyak manfaat, dari hal-hal yang bersifat sosial-budaya hingga kegunaannyasebagai obat. Dengan begitu, tidaklah salah bila Allah menggunakannya menjadi bagian dari sumpah-Nya.

 

 

Sumber : Mengenal Ayat-Ayat Sains : Tumbuhan, Kemenag RI & LIPI

Buah Delima
Buah Delima dan Catatan Kuno Tentangnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *