pedagang

Kisah Pedagang Kecil Dan Niat Baiknya

Seorang pedagang kecil yang mempunyai penghasilan pas-pasan bermimpi untuk bisa pergi haji, bila tidak berkesempatan untuk pergi haji setidaknya ia bisa pergi umrah. Pedagang tersebut hanya menjual kerupuk kulit yang harganya 2000 rupiah. Sering kali jualannya tidak habis, dan hanya sesekali dagangannya habis. Di setiap harinya ia tidak perah lupa menyisihkan sedikit dari penghasilannya untuk bersedekah di setiap selesai berjamaahnya.

Setiap kali ia bersedekah, dalam hatinya selalu memanjatkan harap kepada allah untuk impiannya ke tanah suci. Ia juga menyisipkan uang penghasilannya atau tabungan untuk bisa pergi ke tanah suci. Ia mempunya seorang istri dan seorang anak. Hingga pada suatu hari anaknya ini mengalami sakit dan harus di rawat di rumah sakiti. Ia bingung harus berbuat apa. Disisi lain ia harus mencapai impiannya untuk menunaikan ibadah haji,  disisi lain ada anaknya yang terbaring sakit dan membutuhkan biaya besar untuk perawatannya. Sang pedagang itupun mengeluarkan tabungan yang ia kumpulkan susah payah untuk pengobatan anaknya.

Baca Juga : Menyuburkan Rasa Percaya Diri Anak

Dalam perjalanan ke rumah sakit, ia melihat ada seorang ibu tua berdiri di sebuah halte ke bingungan, di tanya lah ibu tua itu, ternyata ia tersesat dan tidak tau arah jalan pulang. Ia berbincang-bincang dengan ibu tua itu di mana alamat rumahnya. Mencari dari satu daerah ke daerah yang lain mengantarkan ibu tua itu pulang. Hingga tiba pada satu rumah yang mewah dan megah, di temui lah penjaga rumah tersebut dan bertanya apa benar ini alamat rumahnya? Penjaga tersebut terkejut dan segera masuk kedalam, keluarlah seisi keluarga di dalam rumah tersebut.

Baca Juga : Buah Delima Dan Catatan Kuno Tentanganya

Terlihat air mata sedih, berubah menjadi air mata bahagia. Menyambut kedatangan ibu tua. Anak dari ibu tua tersebut yang merupakan pemilik rumah sangat berterima kasih kepadanya karena sudah mengantarkan ibunya, sebagai balasan terima kasih, ia mengajak bapak pedagang tersebut pergi umrah bersama keluarga besarnya, karena keluarga itu ada rencana berangkat umrah pada bulan ini, tak hanya itu, sang pemilik rumah juga membiayai perawatan anaknya hingga sembuh

Pedagang kecil itu tidak bisa berkata apa-apa, dalam benaknya penuh dengan rasa bahagia dan rasa syukur atas semua yang telah Allah berikan kepadanya.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *