Ust. Salim A Fillah

Terhubung ke Langit – Part 3

Inspirasi

Buku: Dalam Dekapan Ukhuwah – Ust. Salim A Fillah

Part 3

Mereka menjadi manusia-manusia dengan ketahanan menakjubkan menghadapi kebengalan sesama titah. Mereka menjadi orang-orang yang paling teguh hati, paling lapang dada, paling sabar, paling lembut, paling santun, paling ramah, dan paling ringan tangan. Keterhubungan dengan langit itu yang mempertahankan mereka diatas garis edar kebajikan, sebagai bukti bahwa merekalah wakil sahdari kebenaran.

 

Dalam dekapan ukhuwah, Alloh jadikan mereka sebagai teladan bagi kita. Kisahnya diulang-ulang untuk menguatkan hati. Maka parade sejarah terhubungnya langit dan bumi membentang panjang. Mulai dari Nuh yang tak jemu-jemu menyeru kaumnya selama lima ratus tahun. Dengan segala cara. Sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Bersepi maupun ramai. Pribadi ke pribadi maupun jamak. Lalu Ibrohim yang menebas keberhalaan dengan kapak kecerdasan. Ibrohim yang membungkam raja pengaku tuhan dengan hujjah tak terbantah. Ibrohim yang menginsyafkan para penyembah bintang, rembulan, dan matahari dengan bahasa lembut menghanyutkan. Lalu Musa dengan lika-liku perjalanan hidupnya. Lalu ‘Isa dengan pernak-pernik kisahnya. Lalu Muhammad Shollallohu‘Alaihi wa Sallam

 

Baca juga: Terhubung ke Langit Part 2

 

Salah satu mata rantai dari para pengibar bendera Tauhid dipentas sejarah itu adalah Yunus, ‘Alaihis Salaam

Dan kisahnya mengajarkan pada kita, bahwa dalam dekapan ukhuwah, Alloh begitu mencintai orang-orang yang terhubung ke langit ini, hingga tak membiarkan mereka sedikit pun terlepas dari pelajaran untuk memiliki akhlak dan perilaku mulia. Dalam dekapan ukhuwah,Alloh ingin tiap manusia yang terhubung ke langit menuntaskan tugasnya hingga paripurna karena bersamaan dengan itu disempurnakan pula didikan Robbani pada karakter pribadinya. Jika dia meninggalkannya sebelum tuntas, Alloh akan gunakan cara lain untuk mendidikkan kemuliaan padanya. Yunus mungkin tercatat sebagai orang yang gagal. Dia meninggalkan kaumnya dengan marah, sesak hati, dan sempit dada sebelum Alloh mengizinkan. Dia pergi. Dan kita sudah hafal kisah selanjutnya; dia naik kapal, dibuang ke laut, dan ditelan ikan Nun.

 

Alloh ingin mendidik Yunus untuk sabar menghadapi manusia dan teguh membawa mereka ke jalan taqwa. Alloh ingin mendidik-nya agar tak mudah menyerah dan mengerahkan beberapa tingkat lagi daya upaya. Tapi Yunus dibakar perasaan. Dia tinggalkan kaumnya. Maka Alloh menyempurnakan pendidikan langit untuk-nya agar bersabar dengan sebuah musibah. Ditelan ikan. Hidup dalam kegelapan. Saat itulah dia insyaf kembali dengan do’a yang kita kenang hingga kini, “Tiada Ilah selain Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku ini termasuk orang yang aniaya. ”Ketika pendidikan langit untuk bersabar dia tuntaskan, dia kembali kepada kaumnya dengan semangat menyala. Dia datang untuk menyeru mereka ke jalan cahaya dengan keteguhan yang telah dia siapkan berlipat jumlahnya. Tapi Alloh telah menyempurnakan pendidikannya, maka baginya hadiah yang membahagiakan. Saat dia kembali semua kaumnya telah beriman. Dan kini, tugasnya tinggal memimpin dan membimbing mereka beribadah pada Alloh, dalam dekapan ukhuwah.

 

Demikianlah. Mereka yang terhubung ke langit, terhubung denganmanusia dalam kata cinta yang berwujud da’wah. “Da’wahadalah cinta, ” kata Syaikhut Tarbiyah Rahmat Abdullah. Dan dalam dekapan ukhuwah, cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan ditengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang da’wah. Tentang ummat yang kau cintai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *