Kamis , 6 Mei 2021

Setelah dilantik menjadi Presiden AS, Joe biden mencabut Kebijakan Eksekutif Anti-Muslim Donald Trump

WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat ke-46 Joe Biden langsung menghapus 17 peraturan kontroversial yang telah di buat oleh Donald Trump.

Ke-17 aturan eksekutif yang dibuat oleh Donald Trump itu dicabut  antara lain, larangan masuk ke AS bagi warga yang berasal dari beberapa negara mayoritas muslim, menghentikan pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko, dan bergabung kembali dengan perjanjian iklim Perjanjian Paris.

Biden menandatangani perintah eksekutif yang mengakhiri larangan perjalanan bagi warga dari lebih 12 negara muslim, termasuk salah satunya Eritrea, Yaman, Nigeria  dan Sudan.

Batasan tersebut di berlakukan oleh mantan Presiden Donald Trump ketika dia pertama kali masuk kantor.

Kebijakan atas pencabutan 17 Peraturan yang dihapuskan oleh Joe biden menuai Pujian dari beberapa organisasi hak-hak sipil termasuk, Amerikan Civil Liberties, Union.

Menurut Joe Biden terhadap aturan eksekutif yang di buat oleh Donald Trump adalah salah satu aturan yang diskriminatif terhadap umat islam. Sehingga umat islam tidak bisa untuk melanjutkan pendidikannya ke negara Amerika Serikat, dikarenakan adanya 17 Peraturan yang telah dibuat oleh Donald Trump.

Pencabutan larangan ini merupakan salah satu janji kampanye Joe biden dalam masa kampanyenya. Semenjak Joe Biden terpilih menjadi Presiden, beberapa organisasi di Amerika Serikat meminta kepada Joe Biden untuk mewujudkan Janjinya.

Ada beberapa janji yang disampaikan oleh Joe Biden untuk Komunitas Muslim Amerika, yakni dengan Mencabut larangan imigran muslim ke Amerika Serikat, Menambah Sumber Daya dalam memerangi kejahatan rasial berbasis agama, memperluas layanan perawatan kesehatan khususnya untuk para muslim.

Selain itu juga, Joe Biden berjanji untuk melakukan investasi dalam mobilitas perekonomian Muslim Amerika dengan meningkatkan upah minimum federal sebanyak 15 dollar Amerika serta mengecam Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) termasuk salah satunya Diskriminatifterhadap Muslim Uyghur dan Muslim Rohingnya di Burma.

Sebelumnya Presiden Donald Trump mengeluarkan kebijakan eksekutif yang melarang warga dari beberapa Negara Muslim untuk masuk ke amerika pada tahun 2017 lalu. Negara tersebut diantaranya, Iran,Irak,Libya,Somalia,Sudan,Suriah dan Yaman.

Setelah Joe Biden mencabut kebijakan trump, Joe Biden menandatangani 17 Perintah Eksekutif sebagaimana dilansir oleh CNN

  1. Meluncurkan kampanye “100 Days Masking Challenge” yang meminta rakyat AS untuk memakai masker selama 100 hari. Biden juga mewajibkan pemakaian masker dan penerapan physical distancing di gedung federal dan di tanah federal. Selain itu, dia juga mendesak pemerintah negara bagian dan pemerintah daerah untuk melakukan hal yang sama.
  2. Membatalkan penarikan AS dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO). Biden juga menunjuk pakar penyakit menular AS, Anthony Fauci, menjadi kepala delegasi AS ke WHO.
  3. Membuat tim khusus Koordinator Tanggap Covid-19. Tim ini melapor langsung ke Biden dan mengelola upaya produksi dan pendistribusian vaksin sekaligus peralatan medis.
  4. Memperpanjang moratorium penggusuran dan penyitaan nasional yang ada hingga setidaknya 31 Maret.
  5. Memperpanjang jeda untuk pembayaran pinjaman pelajar dan bunga untuk rakyat AS dengan pinjaman pelajar federal hingga setidaknya 30 September.
  6. Bergabung kembali dengan Paris Agreement. Proses ini setidaknya akan memakan waktu sekitar 30 hari.
  7. Mencabut izin pembangunan pipa minyak Keystone XL. Biden juga mengarahkan pihak berwenang untuk meninjau dan membatalkan lebih dari 100 keputusan Trump yang berefek buruk terhadap lingkungan.
  8. Membatalkan Komisi 1776 warisan pemerintahan Trump, mengarahkan pemerintahannya untuk memastikan kesetaraan rasial.
  9. Mencegah diskriminasi di tempat kerja atas dasar orientasi seksual atau identitas gender.
  10. Warga non-Amerika ikut disensus.
  11. Memperkuat Defered Action for Childhood Arrivals (DACA). Program ini bertujuan melindungi imigran yang masuk ke AS saat masih anak-anak.
  12. Mencabut Muslim Travel Ban yang diterapkan pada pemerintahan Trump. Biden membatalkan larangan perjalanan ke 13 negara yang sebagian besar populasinya mayoritas Muslim.
  13. Membatalkan perluasan penegakan imigrasi yang telah diterapkan oleh pemerintahan Trump di AS.
  14. Menyetop pembangunan tembok perbatasan dengan menghentikan deklarasi darurat nasional yang digunakan untuk mendanai pembangunan itu. Baca juga: Dapat Surat dari Donald Trump, Biden: Beliau Murah Hati
  15. Memperpanjang penangguhan deportasi dan izin kerja bagi warga negara Liberia dengan tempat berlindung yang aman di AS hingga 30 Juni 2022.
  16. Mewajibkan pejabat eksekutif untuk menandatangani janji etika yang melarang mereka bertindak untuk kepentingan pribadi dan mengharuskan mereka untuk menjunjung independensi Kementerian Kehakiman.
  17. Mengarahkan Direktur Office Management Budget (OMB) untuk mengembangkan rekomendasi untuk memodernisasi tinjauan peraturan dan membatalkan proses persetujuan peraturan Trump.

Usai Joe Biden telah dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke-46, Salah satu imam di Islamic Center of Newyork, Muhammad Shamsi Ali menegaskan kepada seluruh umat islam agar jangan takut masuk ke negara Amerika Serikat, khususnya di New York.

“Jangan takut masuk ke Amerika Serikat gara-gara berhijab. Jangan takut gara-gara dia muslim, kemudian merasa tidak aman masuk ke Amerika Serikat, tidak ada alasan untuk itu,

 

About Nur Wahyudi

Check Also

Tarif umroh mengalami kenaikkan di tahun 2021 sesuai kebijakan pemerintah

Dede Firmansyah salah satu seorang pengamat pariwisata Riau mengatakan, Kementrian Agama (Kemenag) akan mengubah tarif …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *