Kamis , 6 Mei 2021

Tarif umroh mengalami kenaikkan di tahun 2021 sesuai kebijakan pemerintah

Dede Firmansyah salah satu seorang pengamat pariwisata Riau mengatakan, Kementrian Agama (Kemenag) akan mengubah tarif minimal atau tarif referensi umrah sesuai dengan kebijakan pemerintah yang semula Rp. 20 Juta kini mengalami kenaikan menjadi Rp.26 Juta.

Selanjutnya, Dede memprediksi tentunya kebijakan pemerintah tersebut akan berdampak berkurangnya pendapatan bagi travel umrah  dan berkurangnya minat jamah yang ingin menunaikan ibadah umrah ke tanah suci. Katanya, Senin (1/2)

 

Menurut Dede, Umrah di tahun 2021 ini seharusnya memberikan kemudah bagi travel agent umrah, apalagi begitu banyak travel umrah yang tidak beroperasi dikala pandemi covid-19. Dan sudah seharusnya pemerintah memberikan kemudahan. Saya berharap pemerintah dapat memberikan subsidi, yakni dengan mengalokasikan dana dari kesehatan untuk calon jemaah yang akan menunaikan ibadah umrah agar bisa sedikit meringankan biaya . Keringanan biaya misalnya untuk rapid tes, atau swab, karena biayanya sekitar Rp800 ribuan, mungkin bisa disubsidi Rp500 ribu saja.”Ujarnya”

Ia kembali mengatakan, dengan naiknya ongkos umrah itu diharapkan bisa menambah pemasukan bagi travel agent sedangkan besaran biaya umrah Rp26 juta tersebut dihitung dari pelayanan di Indonesia dan di Arab Saudi.

“Biaya dikenakan mulai dari pelayanan jamaah umrah di Tanah Air, perjalanan menuju Arab Saudi, akomodasi selama di Arab Saudi. Serta ongkos penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Arab Saudi dan sebaliknya,” katanya.

“Tentu kerja sama dari Kemenag dan Kemenkes diharapkan dapat meringankan masyarakat. Diharapkan Kemenag bisa mengupayakan kepada Kementerian Kesehatan untuk memberikan subsidi, sehingga bisa meringankan beban jemaah dan juga travel agen untuk menekan biaya,” katanya.

Selain itu, Dede menambahkan, adanya aturan minimum dan maksimum usia jamaah umrah 18 hingga 50 tahun juga akan mengakibatkan menurunnya jamaah umrah.

“Aturan tentang usia juga akan menekan travel umrah. Kalau dulu bebas mau anak-anak, bayi, orang tua juga boleh tentunya pengaturan batas usia ini akan mengurangi jumlah jamaah,” ujarnya.

Sementara itu, pada Februari 2021 akan menjadi keberangkatan pertama di masa pandemi ini dan travel agent akan memprioritaskan calon jamaah yang tertunda terlebih dahulu setelah mengonfirmasi kembali kepada calon jamaah.

Berkaitan dengan harga menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah saat ini, kata Dede yang juga Wakil Ketua Bidang Kelembagaan dan Pemerintah DPP ASITA, maka bagi jamaah yang pending sebelumnya akan dipriotitaskan, dan dikonfirmasi ulang. Tapi mesti menambah nominal. Kita prioritaskan yang duluan mendaftar.

About Nur Wahyudi

Check Also

Zara Mohammed, Wanita pertama yang terpilih oleh Dewan Muslim Inggris menjadi Sekretaris Jendral

Sahabat Ihya.com — Dewan Muslim Inggris (MCB) pada hari Ahad (31/01/2021) memilih sekretaris jenderal perempuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *